Penerapan Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Mendalam, Cek Fakta
Pengunaan metode diskusi dalam pembelajaran mendalam, apakah bisa meningkatkan keaktifan murid atau sebaliknya?
Cek Fakta
Metode diskusi salah satu metode pembelajaran yang efektif diterapkan dalam pembelajaran, namun jika tidak tepat dalam menerapkan metode diskusi akan mengabaikan murid yang kurang mampu secara akademik dan kurang percaya diri.
Situasi tersebut mungkin saja tidak pernah diperhatikan guru dan pengelolaan kelas kurang tepat akan berpengaruh pada rendanya motivasi belajar murid.
Mari simak situasi kasus sebagai contoh nyata pengunaan metode diskusi dalam proses pembelajaran baik dalam kelas maupun pembelajaran diluar kelas.
Kasus pertama
Pada proses pembelajaran Guru A mengarahkan murid dalam kelas ke 4 kelompok, masing-masing kelompok mengerjakan tugas yang berbeda dengan kelompok lainya. Kelompok 1 yang terdiri dari murid A, B, C dan murid D, pada saat mengerjakan tugas, murid A, B, C saling memberikan pendapat dan menuangkan jawaban ke dalam lembar kerja yang sudah dibagikan guru. Sementara murid D cenderung diabaikan oleh murid A, B, C. Murid D pura-pura berkomunikasi dengan dirinya layaknya murid D sementara ikut diskusi dengan ke tiga teman kelompoknya. Pada saat yang sama Guru A sambil duduk di kursinya dan mengamati diskusi. Pada Sesi presentasi Murid D belum dilibatkan perannya sebagai anggota kelompok, murid D hanya maju ke depan kelas bersama ketiga temanya, murid D hanya diam dan sambil mengamati temanya presentasi hasil diskusi.
Kasus kedua
Pada proses pembelajaran Guru B, mengarahkan murid dalam kelas ke 4 kelompok, masing-masing kelompok mengerjakan tugas yang berbeda dengan kelompok lainya. Kelompok 1 yang terdiri dari murid A, B, C dan murid D.
Sebelum memulai diskusi Guru B menyampaikan pentunjuk dalam proses diskusi, dimana setiap murid dalam kelompok berbagi peran seperti Murid A tugasnya membaca pertanyaan dalam tugas, Murid B bertugas mencari jawaban di buku referensi, Murid C mencatat jawabanya dari murid B ke dalam lembar kerja yang sudah dibagikan, sedangkan murid D bertugas untuk mempelajari hasil diskusi dan mempresentasi hasil diskusi kelompok di depan kelas. Selanjutnya jika ada pertanyaan dari kelompok lainya, sama-sama menemukan jawabanya dan murid D bertugas menjawab pertanyaan dari kelompok lainya.
Tidak hanya itu Guru B pada proses diskusi mengeliling semua kelompok dan mengamati langsung diskusi dalam kelompok.
Bedah Kasus
Dari kasus Guru A dan Guru B, kasus yang mana yang penerapan metode diskusinya sudah tepat dan kasus yang mana yang penerapan metode diskusi belum maksimal.
Bapak/ibu Guru cenderung memilih kasus yang Guru A atau Guru B. Sepintas berdasarkan pengalaman penulis, Kasus Guru A belum maksimal mengunakan metode diskusi, karena masih ada murid yang diabaikan temannya dalam kelompok dan Guru A duduk saja dikursinya tidak memantau proses diskusi secara langsung di setiap kelompok. Kemudian diawal sebelum diskusi, Guru A tidak memberikan pentujuk yang jelas dan tidak mengarahkan murid membagikan peran dalam kelompok.
Sebaliknya Guru B, setidaknya sudah maksimal menerapkan metode diskusi, karena sebelumnya mulai diskusi Guru B menyampaikan pentunjuk pada muridnya dan mengarahkan murid dalam kelompok diskusi harus berbagi peran sehingga semua murid terlibat langsung dalam proses tersebut. Guru B juga aktif memantau diskusi mengunjungi setiap kelompok. Tidak ada murid yang diabaikan semua memiliki peran.
Jadi, Bapak/ibu mungkin kasus diatas tidak terlalu serius untuk direspon, namun dampaknya sangat dirasakan murid jika sering diabaikan dalam proses pembelajaran atau sebaliknya murid secara aktif terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
Metode diskusi dalam pembelajaran mendalam.
Pembelajaran Mendalam terdapat 3 prinsip yang mesti diterapkan dalam proses pembelajaran yaitu
1. Prinsip Berkesadaran
2. Prinsip bermakna
3. Prinsip mengembirakan
Tiga prinsip diatas memiliki peran penting dan saling keterkaitan untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif.
Kembali ke kasus Guru A dan Guru B, harapan dalam pembelajaran mendalam semua murid hadir seutuhnya (Prinsip Berkesadaran) dalam proses pembelajaran, murid menyadari peranya karena diberikan tanggungjawab (Prinsip Berkesadaran) , murid senang karena ada kegiatan menantang dalam proses pembelajaran(Prinsip Mengembirakan) . Murid terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Murid mendapatkan pengetahuan baru pada sesi diskusi dan mendapatkan jawaban yang relevan dengan apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari ((Prinsip Bermakna). Murid mendalami dan mengingatnya pada proses diskusi, dimana murid diberikan ruang untuk saling diskusi untuk mendapatkan pengetahuan baru (Prinsip Bermakna).
Kelebihan Metode diskusi
1. Meningkatkan kerjasama murid
2. Meningkatkan peran aktif murid dalam proses pembelajaran
3. Mendapatkan pengalaman baru dari temanya
4. Menumbuhkan rasa tanggungjawab murid
5. Memberikan ruang pada murid untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat dan gagasan
6. Menumbuhkan kepercayaan diri untuk berkomunikasi dengan teman dalam kelompok
7. Membuat suasana kelas aktif
Kelemahan metode diskusi
1. Masih ada murid yang diabaikan ,jika Guru tidak menyampaikan petunjuk yang tepat
2. Suasana kelas akah riuh, jika guru duduk terpaku pada satu tempat, tidak mengamati secara langsung diskusi disetiap kelompok
3. Murid yang tidak mampu secara akademik atau kurang percaya diri sering diabaikan dalam proses tersebut.
4. Murid saling lempar tanggungjawab, jika belum memiliki peran masing-masing
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, semestinya metode diskusi sangat tepat dilaksanakan di kelas, untuk meningkatkan peran aktif murid dalam proses pembelajaran metode diskusi solusinya. Dalam pembelajaran mendalam, diharapkan semua murid aktif dan menikmati proses belajaranya.
Pembelajaran akan efektif jika muaranya berpusat pada murid. Murid bukan sebagai objek dalam kelas namun sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran. Guru memberikan ruang kepada murid untuk seaktif mungkin dan melibatkan diri secara langsung dalam proses pembelajaran.
Terimakasih sudah membaca sampai akhir artikel ini, semoga lebih semangat dalam melaksanakan tugas sebagai Guru. Salam Guru Hebat
Penulis: Guru Fian
