Cek Fakta, Guru Tepat Waktu Masuk ke Kelas!

 Halo, Apa kabar?

Semoga harapanmu cepat terwujud ya.

Tulisan ini khusus membahas pertanyaan ini! Mengapa Guru mesti tepat waktu masuk ke ruang kelas, ada apa sebenarnya?

Kemajuan yang sudah berkembang pesat, diikuti dengan perubahan cara murid untuk belajar dan perubahan perilaku murid dalam mengelola ruang kelas merupakan tantangan bagi Guru di bidang pendidikan saat ini.

Situasi yang terjadi dalam ruang kelas, sebagian murid sangat merindukan gurunya masuk tepat waktu diruang kelas dan sebagian murid merasa senang jika gurunya terlambat masuk kelas karena berbagai asalan tertentu. Mengapa ini terjadi?

Murid yang ada dalam ruang kelas memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda. Ada sebagian murid datang dari rumah memiliki tujuan untuk mendapatkan pengetahuan dari gurunya, dan ada juga murid yang datang ke sekolah hanya memenuhi kewajibannya sebagai pelajar supaya kelihatan pergi belajar disekolah. 

Faktanya, yang terjadi adalah jika gurunya terlambat masuk keruangan kelas, murid tertentu mengunakan waktu tersebut untuk membuat suasana kelas menjadi heboh, melakukan pembulyan antara sesama temanya dalam kelas. Sehingga dampaknya, murid yang awalnya memiliki motivasi untuk belajar pelan-pelan motivasinya mulai pudar dan bergabung melakukan pembulyan bersama temanya.

Ketika situasi ini terus berlanjut, maka yang terjadi kelas bukan lagi sebagai ruang untuk belajar, namun sebagai ruang untuk ajang pembulyan sesama teman dan melakukan aktivitas lain yang bertentangan dengan aturan sekolah.  Parahnya lagi, masih ada oknum guru yang belum menyadari situasi ini atau memang tidak peka dengan kondisi tersebut.

Bagaimana mengatasi kondisi tersebut? 

Ilustrasi Kegiatan Pembelajaran

Apa hubungan dengan Guru yang terlambat masuk ruang kelas dengan situasi tersebut?

Guru memilki 4 kompetensi yaitu Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, Kompetensi Pedagogik dan kompentensi Sosial yang sudah diatur dalam Perdirjen GTK No. 2626/B/HK.04.01/2023 (sumber: https://guru.kemendikdasmen.go.id)

Dalam artikel ini membahas khusus Kompetensi Kepribadian. 

Kompetensi Kepribadian

Definisi Kompetensi: Kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kemampuan kepribadian tersebut dilakukan melalui refleksi dalam menjalankan tanggung jawab sebagai guru sesuai kode etik profesi dan berorientasi pada peserta didik.

Level Kompetensi: 

Level 1: Memahami konsep kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru, pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi serta orientasi yang berpusat pada peserta didik.

Level 2: Menggunakan strategi dalam mengelola kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru, pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi serta orientasi yang berpusat pada peserta didik

Level 3: Mengevaluasi penggunaan strategi dalam mengelola kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru, pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi serta orientasi yang berpusat pada peserta didik dilengkapi dengan perancangan perbaikannya.

Level 4Berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam menggunakan strategi untuk mengelola kematangan moral, emosi, dan spiritual sehingga dapat berperilaku sesuai dengan kode etik guru, pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi serta orientasi yang berpusat pada peserta didik

Level 5: Membimbing rekan sejawat dalam menggunakan strategi untuk mengelola kematangan moral, emosi dan spiritual sehingga dapat berperilaku sesuai dengan kode etik guru, pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi serta orientasi yang berpusat pada peserta didik

Dari lima level diatas tersirat indikator setiap level yang tidak di jelaskan secara lengkap dalam artikel ini. 

Salah satu contoh sikap teladan seorang guru yaitu datang tepat waktu diruangan kelas, ini kelihatannya tidak serius, namun dampaknya jangka panjang akan terasa dari perubahan perilaku murid di kelas.

Manfaat jika guru tepat waktu masuk kelas yaitu:

1. Murid secara tidak langsung mengamati dan meniru kebiasaan baik yang dilakukan gurunya.

2. Murid akan menghargai waktu belajar tanpa harus dikomando oleh guru, karena dia menyadari gurunya selalu menghargai waktu belajar.

3. Kelas akan nyaman untuk belajar, murid yang motivasi belajar sudah baik cenderung memiliki semangat untuk belajar

4. Tidak ada kesempatan bagi murid membuat kelas tidak nyaman atau melakukan pembulian antar temanya.

5. Membantu Guru dalam mengelola kelas hingga selesai waktu belajar

6. Muncul prilaku murid yang menginspiirasi sosok gurunya yang selalu disiplin waktu

7. Kedisiplinan gurunya menjadikan bekal bagi murid untuk membiasakan disiplin baik di sekolah maupun dilikungan keluarga dan masyarakat

Itu beberapa contoh manfaat yang akan terjadi jika guru menjadi teladan dalam disiplin waktu belajar. Perlu diketahui perubahan prilaku murid tidak secara instan namun membutuhkan proses sehingga pada akhirnya muncul prilaku positif dalam belajar.

Kesimpulan

Keteladanan tidak harus memberikan komando secara langsung, namun butuh contoh nyata dari guru. Murid bukan sebuah robot yang terus menungu printah dari pemiliknya, namun murid adalah manusia yang memiliki akan budi dan paham dengan situasi dimana murid belajar. Murid cenderung meniru keteladan seorang guru. 

Penulis: Gurufian