Kelas Sunyi, Berubah menjadi Kelas Aktif Dalam Pembelajaran, Gallery Walk Solusinya!
Halo Sobat Guru semuanya, apa kabar? semoga dalam keadaan sehat.
Situasi di Kelas
Sebagai Guru pasti mengalami kejadian atau situasi dimana murid saat pembelajaran cenderung pasif atau bahasa sederhananya cenderung Diam. Murid yang lainnya aktif saat diskusi dan sebagian murid kurang aktif, disaat guru menyampaikan pertanyaan tidak pernah dijawab dan memilih diam. Mengapa situasi ini sering terjadi? apakah model, metode atau pendekatan yang dipakai guru dalam kelas tersebut belum cukup untuk membangkitkan motivasi murid untuk aktif belajar.
Ayo bahas secara bertahap!
Kondisi tersebut diatas, memang bukan hal yang fatal, namun pada umumnya sebagian guru pasti memperhatikan dengan jelas situasi dalam pembelajaran di kelas.
Mengacu pada paradigma pembelajaran yang dulunya pembelajaran berpusat pada guru, murid menjadi objek dalam pembelajaran kini bergeser ke pembelajaran yang berpusat pada murid.
Pembelajaran yang berpusat pada murid yaitu paradigma dimana murid terlibat langsung dalam pembelajaran, mulai awal hingga akhir pembelajaran, posisi guru sebagai fasilitator yang tugasnya mengfasilitasi murid dengan memanfaatkan model, metode, pendekatan pembelajaran yang membuat murid sadar dan aktif dalam pembelajaran.
Nah, bagaimana jika model, metode dan pendekatan pembelajaran sudah diterapkan, namun hasilnya tetap saja ada sebagian murid kurang aktif dalam pembelajaran?
Jawabanya, kemungkinan model pembelajaran belum tetap digunakan dalam kelas tersebut.
Pengalaman dalam menerapkan model pembelajaran Gallery Walk
Gallery walk salah satu model pembelajaran yang bisa mengatasi murid yang cenderung pasif menjadi aktif dalam pembelajaran. Gallery walk bagian dari model pembelajaran kooperatif.
Untuk itu, berikut sintaks dari model pembelajaran gallery walk yaitu:
1. Persiapan kelompok
Murid dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah murid dalam kelas, setiap kelompok diberikan tugas seperti sup topik yang berbeda. Misalnya dalam pembelajaran PJOK dengan materi Gaya Hidup sedentari. 3 kelompok diberikan topik yang berbeda.
Contoh:
Kelompok 1 dengan topik: Dampak gaya hidup sendetari terhadap kesehatan fisik
Kelompok 2 dengan topik: Dampak gaya hidup sendetari terhadap kesehatan mental
Kelompok 3 dengan topik: Jenis aktifitas yang mengatasi gaya hidup sendetari
Setiap murid dalam kelompok saling berbagi peran dan berdikusi untuk menjawab tugas yang diberikan guru.
2. Pemajangan hasil karya (pembuatan produk berupa poster)
Dalam konteks materi bahaya gaya hidup sendentari diatas, setiap kelompok membuat poster dengan mengunakan kertas karton atau sejenisnya. Murid dalam kelompok masing-masing menuangkan ide kedalam kertas karton yang telah disediakan guru. Pada sesi ini membutuhkan kerjasama tim.
3. Kunjungan keleliling (Gallery walk)
Poster ditempel pada diding kelas untuk diamati oleh kelompok lainya, skemanya seperti pasar (ada stand seperti sedang menjual sesuatu)
Setiap kelompok berbagi peran, ada yang jaga stand dan sebagian murid mengujungi kelompok lainya.
Murid yang jaga di kelompoknya bertugas menyampaikan hasil kerja kelompoknya ke kelompok yang datang mengujungi kelompoknya, kemudian kelompok lainya memberikan umpan balik dan mencatat temuan disetiap kelompok yang sudah dikunjungi.
Pola kunjungi stand secara bergantian, usahakan setiap kelompok harus saling mengjungi.
Pada sesi ini dibutuhkan keaktifan untuk menyampaikan pendapat menangapi hasil kerja kelompok lainya. Muncul inisiatif untuk bertanya dan berpikir kritis karena murid berhadapan langsung dengan temanya. Jadi murid memiliki keberanian untuk bertanya pada sesi ini.
4. Diskusi dan umpan balik
Pada sesi ini, masing-masing kelompok menyampaikan hasil observasi terhadap kerja kelompok lainya. Guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk memaparkan hasil observasinya. dan selanjutnya kelompok lainya menyampaikan sangahan atau saran terhadap presentasi kelompok lainya.
5. Refleksi dan presentasi
Guru bersama murid melaksanakan refleksi dari hasil kerja kelompok yang sudah dipaparkan dan guru menyampaikan kesimpulan dari proses pembelajaran yang sudah berlangsung. Selanjutnya Guru memberikan nilai kepada setiap kelompok yang sudah memaparkan hasil diskusi dalam kelompoknya.
Kelebihan model gallery walk
1. Meningkatkan kerjasama murid dalam kelompok
2. Memberikan peluang kepada murid untuk aktif bertanya pada saat sesi kunjungan kelompok lainya karena yang murid lebih mudah dan bebas menyampaikan pertanyaan dalam suasa yang fleksibel dengan rekan murid lainya.
3. Meningkatkan kreatifitas dan berpikir kritis
Murid sangat mengharapkan kelas yang nyaman untuk bertanya tanpa ada kalimat salah dari gurunya, disini murid bebas bertanya ke rekan murid lainya
4. Aktif dan menyenangkan
Murid sadar dengan memberikan kesempatan untuk jalan mengelilingi kelompok lainya, murid mendapatkan suasa baru
5. Meningkatkan semangat murid untuk belajar dengan murid lainya.
6. Suasana kelas menjadi aktif
7. Memudahkan Guru menyampaikan Materi yang topik luas atau banyak topik di gabungkan dalam satu kali pertemuan
8. Membiasakan murid untuk menerima kritik dari muri lainya.
9. Murid tidak tergantung pada guru, namun cenderung memiliki inisiatif dalam bekerjasama
Kelemahan Model pembelajaran Gallery walk:
1. Membutuhkan perencanaan yang baik dari Guru
2. Membutuhkan durasi waktu yang lama
3. Membutuhan pengelolaan kelas yang aktif dari guru
4. Suasana kelas terasa gaduh karena adanya pameran hasil produk
Kesimpulan
Model pembelajaran gallery walk sangat tepat digunakan untuk memberikan kesempatan kepada murid yang kurang aktif menjadi akfif bertanya, berpikir kritis dan bekerjasama dengan murid lainya dalam kelas.
Poin penting untuk Guru, pastikan memberikan apresiasi kepada murid dan menghindari kalimat yang membuat murid merasa minder untuk bertanya, menyampaikan pendapat dalam proses pembelajaran.
Guru memberikan ruang bagi untuk murid untuk kembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran.
Demikian pembahasan pada topik ini, semoga menambah semangat untuk rekan-rekan guru dimanapun berada. Terimakasih.
Penulis: Gurufian


